Fajar online, Senin, 15-12-08 | 19:32 | 332
SMAN 1 Makale, Kabupaten Tana Toraja merupakan salah satu SMA negeri yang masuk kategori Sekolah Standar Nasional (SSN). Yups, sekolah yang berada di bawah kepemimpinan Drs Piether Parinding, M.Pd ini memiliki visi "Unggul dalam Berprestasi dan Budi Pekerti".
Wah, tak heran deh kalau berbagai macam peraturan tata tertib sekolah pun diterapkan demi kelancaran proses belajar-mengajar di sekolah tersebut.
Jadwal belajar yang dimulai pukul 07.30 Wita hingga 14.00 Wita dan kelas pengembangan diri yang wajib diikuti siswa-siswi setiap hari Jumat ini mampu mengantarkan SMAN 1 Makale menjadi salah satu sekolah favorit di Toraja. Tidak heran, sekolah yang kini dihuni oleh kurang lebih 781 siswa ini mampu bersaing di setiap kejuaraan bergengsi baik di tingkat kabupaten, provinsi maupun nasional.
"Hampir setiap tahun sekolah kita mengirim siswa untuk berkompetisi di ajang Olimpiade baik Tingkat Provinsi maupun Nasional. Seperti tahun ini sekolah kita mengirim satu orang siswa di Olimpiade Astronomi 2008," ungkap Ibu AR Tangkererung.
rek1)
Dikutip dari: Fajar online, 15 Desember 2008
http://www.fajar.co.id/index.php?act=news&id=55228
Friday, 26 December 2008
Thursday, 18 December 2008
Jejak Kasih Hasmansa .....
Dua sahabat yang sudah lama tidak bertemu.... Jika seandainya ada teman-teman alumni hasmansa makale yang mengetahui keberadaan (alamat) sdr Ir. Benyamin Leme' Patanggu (alumni Fisika '88 sman makale atau Teknik Sipil Unhas angkatan '88) mohon kiranya disampaikan melalui email ke: alumnismanmakale@yahoo.com atau ke email : enytulak1@yahoo.co.id. Atas bantuannya disampaikan terima kasih. Semoga keberadaan website ini bisa tambah mempererat tali persaudaraan sesama alumni hasmansa,terutama teman-teman yang sudah sekian lama terputus hubungan apapun, kiranya bisa dipertemukan kembali lewat Jejak Kasih Hasmansa ini.
Monday, 15 December 2008
Kerinduan Angkatan 08
Pada hari Rabu Tanggal 10 desember 2oo8. Angkatan 2008 mengadakan pertemuan untuk memilih koordinator angkatan mereka. Bertempat di kompleks Bumi Permata Sudiang Makassar...Tentunya harapan mereka adalah adanya koordinator yang senantiasa mampu untuk berbagi info tentang aktivitas alumni SMA Negeri 1 Makale agar semua angkatan 08 dapat berpartisipasi aktif.
Pertemuan ini dihadiri kurang lebih 30 orang dan dihadiri juga oleh angkatan 07,06,01, sebagai bentuk dukungan atas inisiatif mereka untuk tetap membina kebersamaan. Adapun yang menjadi koordinator angkatan mereka adalah sdr. Titus (Nama Panggilan).Pada pertemuan ini, sempat terdengar unek-unek dari mereka tentang Reuni yang tidak pernah lagi terdengar sudah sampai dimana kinerjanya dan juga pembenahan organisasi alumni ini secara keseluruhan, baik dari struktur maupun konstitusi. Hal ini kemudian membuat saya tertantang untuk kemudian mencoba untuk menghubungi teman-teman lagi agar bersama-sama mengupayakan Musyawarah Besar HASMANSA Makale dalam rangka pembenahan organisasi ini. Semoga saja semangat ini tidak redup lagi seperti yang lalu-lalu.. tentunya hal itu tidak terlepas dari dukungan, partisipasi dan kerjasama semua alumni SMANSA Makale...
Friday, 12 December 2008
MENGENANG BERDIRINYA HASMANSA MAKALE

Himpunan Alumni SMA Negeri Satu (HASMANSA) Makale......
Hasmansa Makale didirikan pada bulan November, menjelang Natal 1992, setelah beberapa tahun sebelumnya (kurang lebih 3 tahun berturut-turut) Himpunan Alumni SMAN 276 Makale mengalami masa vakum bahkan tidak melaksanakan perayaan Natal lagi, sehingga dengan inisiatif sejumlah alumni saat itu diadakanlah rapat untuk pembentukan pengurus Himpunan yang baru, karena kepengurusan organisasi alumni saat itu tidak jelas. Seiring dengan berubahnya SMAN 276 Makale menjadi SMAN 1 Makale maka dengan pertimbangan tersebut, nama organisasi alumni yang terbentuk saat itu diberi nama HASMANSA Makale. Kalau tidak salah ingat pendirian dan pembentukan pengurus berlangsung di rumah Bapak Drs. Theofilius Allo Rerung, setelah beberapa pertemuan sebelumnya di rumah anggota-anggota alumni secara bergilir. Dan puji Tuhan, Pengurus serta Panitia Natal yang terbentuk pada saat itu berhasil melaksanakan perayaan Natal Hasmansa Makale yang pertama 1992.
Lambang HASMANSA ini diciptakan oleh saudara Ir. Benyamin Leme' Patanggu (Alumni Fisika '88). Rumah Tongkonan dengan 4 longa melambangkan bahwa Hasmansa ini merupakan Tongkonan bagi semua Alumni SMAN 276 Makale/Kasimpo atau yang sekarang bernama SMAN I Makale yang tersebar ke seluruh penjuru. Kemudian gambar 2 tangan yang menopang rumah tongkonan tersebut, menggambarkan bahwa tongkonan HASMANSA ini akan kokoh hanya jika seluruh alumni/anggota mendukungnya jadi kalau cuma setengah saja yang dukung bakal tidak kuat atau tidak seimbang maksudnya mengajak seluruh alumni untuk tetap bersatu dan saling mendukung. Kurang lebih demikian yang dijelaskan oleh Tominaa Leme' . Demikian sejarah singkat berdirinya HASMANSA Makale. Kurre sumanga'.
Thursday, 11 December 2008
Become as author/contributor
All authors,
Could you please leave your valid and complete details in your profil to enable someone contact you if they need to clarify or ask you more, regarding to the news you posted. Thanks very much for your kindly cooperation.
Wednesday, 10 December 2008
Desember ( Haruskah ) Kelabu ?

Desember tiba lagi, bulan kedua belas dari almanak Masehi, bulan perenungan jejak langkah surut sebelas bulan ke belakang, bulan suka cita merayakan "achievement" selama setahun. Setiap Akhir berarti finish. Bicara penentuan, bicara sesuatu yang tak dapat diubah lagi, karena satu dimensi telah hilang yaitu dimensi “kesempatan”.
Pada kata “akhir”, berarti adalah ujung, yang tak bercelah dan tak dapat diterobos untuk menjadi “tak akhir”.
Akhir, terkait dengan suatu ukuran pada suatu dimensi, bisa jarak, bisa waktu.
Biasanya pada suatu waktu yang “hampir” akhir, evaluasi dan refleksi akan berjalan dengan sendirinya. Pada dasarnya, fitrahnya permenungan dalam “saat akhir” akan dilakukan oleh setiap manusia. Refleksi ini biasanya disebut: Penyesalan, kegagalan, keberhasilan, kesuksesan. Juga bisa kesombongan, penyangkalan, alasan dan kesementaraan.
Untungnya, manusia pandai menghibur diri. Tahu dan paham bahwa waktu tak bisa terulang, maka manusia memodifikasi sedemikian rupa sehingga seakan-akan waktu adalah sirkuler bukan linier.
Dibuatlah hari yang berganti namun berulang. Senin, Selasa, Rabu dan senin kembali. Bulan yang berulang, seperti Januari, Februari, Maret, dan pada akhirnya terdapat januari lagi di tahun berikutnya. Hanya tahun saja yang tak bisa dibohongi.
Namun celakanya, dalam tahun pun dimodifikasi sedemikian rupa menjadi tahun dengan shio tertentu dan dapat berulang, atau dalam dekade tertentu yang spirit dan semangatnya dapat diulang: (contoh: tahun 20-an dengan vintage dan bohemian style, retro dll tahun 2000-an awal pun trend mode dan gaya kembali diulang.)
Sudah jelas waktu tak bisa terulang, dan wajah keriput tak dapat dikembalikan menjadi kencang, maka diciptakanlah berbagai gagasan “semu” yang sejatinya justru menjauhkan diri dari kenyataan.
Penentuan tentang hari esok tentu saja adalah apa yang kita lakukan saat ini. Yang kemarin, hanya sejarah, yang dapat dipelajari namun tak dapat diperbaiki atau pun diagung-agungkan dengan perasaan sentimentil bin romantik.
Manusia yang terlalu bersandarkan pada kenangan adalah manusia yang tak mampu menghadapi masa depan dengan jantan, tegas dan terhormat. ( kata orang sich ... karena saya pun tak kuat lari dari kenangan ... )
Pada kata “akhir”, berarti adalah ujung, yang tak bercelah dan tak dapat diterobos untuk menjadi “tak akhir”.
Akhir, terkait dengan suatu ukuran pada suatu dimensi, bisa jarak, bisa waktu.
Biasanya pada suatu waktu yang “hampir” akhir, evaluasi dan refleksi akan berjalan dengan sendirinya. Pada dasarnya, fitrahnya permenungan dalam “saat akhir” akan dilakukan oleh setiap manusia. Refleksi ini biasanya disebut: Penyesalan, kegagalan, keberhasilan, kesuksesan. Juga bisa kesombongan, penyangkalan, alasan dan kesementaraan.
Untungnya, manusia pandai menghibur diri. Tahu dan paham bahwa waktu tak bisa terulang, maka manusia memodifikasi sedemikian rupa sehingga seakan-akan waktu adalah sirkuler bukan linier.
Dibuatlah hari yang berganti namun berulang. Senin, Selasa, Rabu dan senin kembali. Bulan yang berulang, seperti Januari, Februari, Maret, dan pada akhirnya terdapat januari lagi di tahun berikutnya. Hanya tahun saja yang tak bisa dibohongi.
Namun celakanya, dalam tahun pun dimodifikasi sedemikian rupa menjadi tahun dengan shio tertentu dan dapat berulang, atau dalam dekade tertentu yang spirit dan semangatnya dapat diulang: (contoh: tahun 20-an dengan vintage dan bohemian style, retro dll tahun 2000-an awal pun trend mode dan gaya kembali diulang.)
Sudah jelas waktu tak bisa terulang, dan wajah keriput tak dapat dikembalikan menjadi kencang, maka diciptakanlah berbagai gagasan “semu” yang sejatinya justru menjauhkan diri dari kenyataan.
Penentuan tentang hari esok tentu saja adalah apa yang kita lakukan saat ini. Yang kemarin, hanya sejarah, yang dapat dipelajari namun tak dapat diperbaiki atau pun diagung-agungkan dengan perasaan sentimentil bin romantik.
Manusia yang terlalu bersandarkan pada kenangan adalah manusia yang tak mampu menghadapi masa depan dengan jantan, tegas dan terhormat. ( kata orang sich ... karena saya pun tak kuat lari dari kenangan ... )
Heru Hastowo
( dari berbagai referensi, ilustrasi comotan dari www.art.com )
Sunday, 7 December 2008
Subscribe to:
Posts (Atom)

